Anggaran Dasar

ANGGARAN DASAR YAKIN
YAYASAN ANTISIPASI KESEHATAN INDONESIA
Jl. SILIWANGI 9 BLOK B-92 CHANDRA INDAH BARU JATIRAHAYU PONDOK MELATI BEKASI

ANGGARAN DASAR

NAMA DAN TEMPAT KEDUDUKAN
Pasal 1

Yayasan ini bernama “YAYASAN ANTISIPASI KESEHATAN INDONESIA“ disingkat YAKIN atau dalam Bahasa Inggris “INAHEALTH FOUNDATION” bertempat kedudukan di Jalan Siliwangi IX No. B92 Chandra Indah Baru Jatirahayu Pondok Melati Bekasi dan bilamana dipandang perlu dapat membuka cabang-cabang atau perwakilan-perwakilannya ditempat lain.

WAKTU DAN LAMANYA BERDIRI
Pasal 2

Yayasan ini berdiri pada hari Jumat Tanggal Tujuh Januari Tahun Dua Ribu Sebelas dan didirikan untuk waktu yang tidak ditentukan lamanya.

AZAS DAN TUJUAN
Pasal 3

Yayasan ini berazaskan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945, sedangkan maksud didirikan ialah : sebagai sarana untuk berpastisipasi didalam pembangunan, khususnya dalam menggali dan mengembangkan sumber daya. Adapun tujuan dari Yayasan ini adalah untuk meningkatkan kesejahteraan Masyarakat yang serasi, seimbang, selaras antara kebutuhan material dan spiritual, untuk mencerdaskan dan meningkatkan kesejahteraan dan kesehatan masyarakat serta Sumber Daya Manusia (SDM) melalui usaha-usaha yang teratur, terencana dan berkesinambungan.

KEGIATAN
Pasal 4

Untuk mencapai maksud dan tujuan seperti yang tercantum dalam pasal 3 diatas, Yayasan ini menjalankan usaha-usaha diantaranya :

1. Dalam bidang sosial yang meliputi :
a. Memberikan Penyuluhan, seminar dan edukasi kepada masyarakat dibidang kesehatan, khususnya penyakit kanker
b. Menerima, mengelola dan menyalurkan dana donasi dari masyarakat, dari anggota, untuk anggota dalam bentuk kontribusi dana donasi serta penderita kanker khususnya
c. Kontribusi Dana Donasi adalah kompensasi yang diberikan oleh Yayasan kepada para anggotanya sebagai penghargaan atas usaha anggota memotivasi masyarakat umum untuk membantu sesama pada umumnya dan penderita kanker pada khususnya dengan cara bergabung menjadi anggota Yayasan.
d. mendirikan dan / atau mengelola lembaga Pendidikan formal tingkat dasar sampai perguruan tinggi.
e. Mendirikan dan / atau mengelola lembaga pendidikan non formal yang meliputi :
– Pendidikan Kecakapan Hidup (PKH)
– Pendidikan Kepemudaan
– Pendidikan Pemberdayaan Perempuan
– Pendidikan Keaksaraan
– Pendidikan Keterampilan dan Pelatihan Kerja
– Pendidikan Kesetaraan (Paket A, Paket B dan Paket C)
– Serta Pendidikan lain yang ditujukan untuk mengembangkan kemampuan peserta didik.

f. Mendirikan satuan pendidikan non formal, yang terdiri atas :
– Lembaga Kursus
– Lambaga Pelatihan
– Kelompok Belajar
– Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM)
– Majlis Taklim
– Kelompok Belajar Usaha (KBU)
– Taman Bacaan Masyarakat (TBM)
– Kelompok Usaha Pemuda Produktif (KUPP) serta satuan pendidikan yang sejenis
g. Sebagai lembaga konsultan pendidikan untuk semua
h. Pemberian dan/atau pengusahaan program beasiswa kepada masyarakat yang kurang mampu untuk melanjutkan pendidikan yang lebih tinggi.

2. Dalam bidang kemanusiaan yang meliputi:
a. Memberikan Santunan kepada Penderita Kanker
b. Mendirikan dan/atau mengelola Rumah Sakit, Poliklinik dan Laboratorium.
c. Memberikan bantuan korban bencana alam.
d. Memberikan bantuan kepada Tuna Wisma, Fakir Miskin, Gelandangan dan Pengemis (Gepeng).
e. Memberikan Pendampingan kepada masyarakat dalam penegakan Hak Asasi Manusia (HAM), pencegahan Trafficking serta menyelenggaraan/berupaya mengakomodir aspirasi yang berkembang di masyarakat, baik di bidang IPTEK, Sosial, Ekonomi dan Politik, maupun lingkungan, meliputi penelitian, pengembangan, dan pengkajian serta komunikasi informasi dan edukasi.

KEKAYAAN
Pasal 5

Kekayaan Yayasan diperolah dari :
1. Modal Pangkal sebesar Rp. 25.000.000.00 (Dua Puluh Lima Juta Rupiah).
2. Pemberian, sumbangan–sumbangan yang tidak mengikat dari badan–badan pemerintah maupun swasta dan perorangan.
3. Infaq, shodaqoh, hibah, hibah wasiat dan wakaf.
4. Perolehan yang lain yang tidak bertentangan dengan Anggaran Dasar Yayasan dan/atau peraturan Undang-undang yang berlaku.
5. Semua kekayaan Yayasan harus dipergunakan untuk mencapai sasaran dan tujuan Yayasan.

ORGAN YAYASAN
Pasal 6

Yayasan mempunyai organ yang terdiri dari Pembina, Pengawas dan Pengurus. Pengurus ini terdiri dari Ketua, Sekretaris, Bendahara, dan Empat Orang Ketua Bidang. Kesemuanya diangkat oleh Dewan Pembina untuk waktu yang ditentukan selama-lamanya 5 tahun dan dapat dipilih kembali.

DEWAN PEMBINA
Pasal 7

1. Dewan Pembina adalah organ Yayasan yang mempunyai kewenangan yang tidak diserahkan kepada Pengurus atau Pengawas.
2. Dewan Pembina terdiri dari satu atau lebih anggota Dewan Pembina.
3. Dalam hal terdapat lebih dari seorang anggota, maka seorang diantaranya diangkat sebagai Ketua Dewan Pembina.
4. Yang dapat diangkat sebagai anggota Dewan Pembina adalah perseorangan sebagai pendiri Yayasan dan/atau mereka yang berdasarkan keputusan Rapat Anggota Dewan Pembina dinilai mempunyai dedikasi yang tinggi untuk mencapai maksud dan tujuan.
5. Anggota Dewan Pembina tidak diberi gaji dan /atau tunjangan oleh Yayasan.
6. Dalam hal Yayasan oleh karena sebab apapun tidak mempunyai anggota Dewan Pembina, maka dalam waktu Tiga Puluh hari sejak terjadinya kekosongan tersebut wajib diangkat anggota Dewan Pembina berdasarkan keputusan Rapat Gabungan Anggota Pengawas dan Anggota Pengurus.
7. Seorang anggota Dewan Pembina berhak mengundurkan diri dari jabatannya dengan memberitahukan secara tertulis mengenai maksud tersebut kepada Yayasan paling lambat Tiga Puluh hari sebelum tanggal pengunduran dirinya.

Pasal 8

1. Masa Jabatan Dewan Pembina tidak ditentukan lamanya.
2. Jabatan anggota Dewan Pembina akan berakhir dengan sendirinya, apabila anggota Dewan Pembina tersebut :
a. Meninggal dunia.
b. Mengundurkan diri dengan pemberitahuan secara tertulis sebagaimana diatur dalam pasal 7 ayat 7.
c. Tidak lagi memenuhi persyaratan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
d. Diberhentikan berdasarkan keputusan rapat Dewan Pembina.
e. Dinyatakan pailit atau ditaruh dibawah pengampuan berdasarkan suatu penetapan pengadilan.
3. Dilarang untuk menjadi anggota Dewan Pembina berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

TUGAS DAN WEWENANG DEWAN PEMBINA
Pasal 9

1. Dewan Pembina berwenang bertindak untuk dan atas nama Dewan Pembina.
2. Kewenangan Dewan Pembina meliputi :
a. keputusan mengenai perubahan Anggaran Dasar.
b. Pengangkatan dan pemberhentian anggota Pengurus dan anggota Pengawas.
c. Penetapan kebijakan umum Yayasan berdasarkan Anggaran Dasar Yayasan.
d. Pengesahan Program Kerja dan rancangan anggaran tahunan Yayasan.
e. Penetapan keputusan mengenai penggabungan atau pembubaran Yayasan.
f. Pengesahan laporan tahunan.
g. Penunjukan likuidator dalam hal Yayasan dibubarkan.
3. Dalam hal hanya ada seorang anggota Dewan Pembina, maka segala tugas dan wewenagn yang diberikan kepada Ketua Dewan Pembina atau anggota Dewan Pembina berlaku pula baginya.

PENGURUS
Pasal 10

1. Pengurus adalah organ Yayasan yang melaksanakan kepengurusan Yayasan yang sekurang-kurangnya terdiri dari :
a. Seorang Ketua.
b. Seorang Sekretaris.
c. Seorang Bendahara.
2. Dalam hal diangkat lebih 1 (satu) orang Ketua, maka 1 (satu) orang diantaranya diangkat menjadi Ketua Umum.
3. Dalam hal diangkat lebih 1 (satu) orang Sekretaris, maka 1 (satu) orang diantaranya diangkat menjadi Sekretaris Umum.
4. Dalam hal diangkat lebih 1 (satu) orang Bendahara, maka 1 (satu) orang diantaranya diangkat menjadi Bendahara Umum.

KEANGGOTAAN PENGURUS
Pasal 11

Keangotaan Pengurus berakhir karena:
1. Meniggal dunia.
2. Mengundurkan diri.
3. Bersalah melakukan tindak pidana berdasarkan putusan pengadilan yang diancam dengan hukuman penjara paling sedikit 5 (lima) tahun
4. Diberhentikan berdasarkan keputusan Rapat Dewan Pembina.
5. Masa Jabatan berakhir.
6. Tidak aktif secara berturut turut 1 (satu) tahun.
Bila terdapat suatu lowongan dalam susunan Pengurusan, maka Dewan Pembina berhak mengisi lowongan tersebut.

TUGAS DAN WEWENANG PENGURUS
Pasal 12

1. Pengurus bertanggungjawab penuh atas kepengurusan Yayasan untuk kepentingan Yayasan.
2. Pengurus wajib menyusun program kerja dan rancangan anggaran tahunan Yayasan untuk disahkan Dewan Pembina.
3. Pengurus berhak mewakili Yayasan di dalam dan diluar pengadilan tentang segala hal dan kejadian dengan persetujuan dari Dewan Pembina.
4. Pengurus tidak berwenang mewakili Yayasan dalam hal mengikat Yayasan sebagai penjamin utang, membebani Kekayaan Yayasan demi kepentingan lain.

PENGAWAS
Pasal 13

1. Pengawas adalah organ Yayasan yang bertugas melakukan pengawasan dan memberi nasihat kepada Pengurus dalam menjalankan kegiatan Yayasan.
2. Pengawas terdiri dari 1 (satu) orang atau lebih anggota Pengawas.
3. Dalam hal diangkat lebih dari 1 (satu) orang Pengawas, maka 1 (satu) orang di antaranya dapat diangkat sebagai Ketua Pengawas.

KEANGGOTAAN PENGAWAS
Pasal 14

Jabatan Pengawas berakhir apabila :
1. Meninggal Dunia.
2. Mengundurkan Diri.
3. Bersalah melakukan tindak pidana berdasarkan putusan pengadilan yang diancam dengan hukuman penjara paling sedikit 5 (lima) tahun.
4. Diberhentikan berdasarkan keputusan Rapat Dewan Pembina.
5. Masa Jabatan berakhir.

TUGAS DAN WEWENANG PENGAWAS
Pasal 15

1. Pengawas wajib dengan itikad baik dan penuh tanggung jawab menjalankan tugas Pengawas untuk kepentingan Yayasan.
2. Ketua Pengawas dan satu anggota Pengawas berwenang bertindak untuk dan atas nama Pengawas.
3. Pengawas berwenang memeriksa dokumen, pembukuan dan memasuki bangunan halaman atau tempat yang dipergunakan Yayasan.
4. Pengawas bersama dengan Pembina berwenang memilih dan menunjuk Kantor Akuntan Publik untuk melakukan Audit atas Laporan Keuangan Yayasan dan pemeriksaan lainnya yang dipandang perlu.
5. Mengetahui segala tindakan yang dijalankan oleh Pengurus dan memberi peringatan kepada pengurus.

RAPAT-RAPAT
Pasal 16

Rapat yayasan terdiri dari rapat pembina, rapat pengurus, rapat pengawas, dan rapat gabungan.

a. Rapat Dewan Pembina :
1. Rapat Dewan Pembina diadakan paling sedikit sekali dalam satu tahun, paling lambat dalam waktu lima bulan setelah akhir tahun buku sebagai rapat tahunan.
2. Panggilan rapat Dewan Pembina dilakukan oleh Dewan Pembina secara langsung, atau melalui surat dengan mendapat tanda terima, paling lambat tujuh hari sebelum rapat diadakan dengan tidak memperhitungkan tanggal panggilan dan tanggal rapat.
3. Rapat Dewan Pembina dipimpin oleh ketua Dewan Pembina, dan jika ketua Dewan Pembina tidak hadir atau berhalangan, maka rapat Dewan Pembina akan dipimpin oleh seorang yang dipilih oleh dan dari anggota Dewan Pembina yang hadir.
4. Setiap rapat Dewan Pembina dibuat berita acara rapat yang ditandatangani oleh ketua dan sekretaris rapat.

b. Rapat Pengurus :
1. Rapat Pengurus dapat diadakan setiap waktu bila dipandang perlu atas permintaan tertulis dari satu orang atau lebih Pengurus, Pengawas atau Pembina.
2. Panggilan rapat Pengurus dilakukan oleh Pengurus yang berhak mewakili Pengurus.
3. Rapat Pengurus diadakan ditempat kedudukan yayasan atau ditempat kegiatan yayasan.
4. Rapat Pengurus dipimpin oleh Ketua Umum.
5. Apabila ketua berhalangan hadir, maka rapat pengurus dipimpin oleh seorang anggota Pengurus yang dipilih oleh dan dari Pengurus yang hadir.

c. Rapat Pengawas :
1. Rapat Pengawas dapat dilakukan setiap waktu bila dianggap perlu atas permintaan tertulis dari seorang atau lebih Pengawas atau Pembina.
2. Rapat Pengawas diadakan ditempat kedudukan yayasan atau ditempat kegiatan yayasan.
3. Rapat Pengawas dipimpin oleh Ketua Pengawas.
4. Apabila Ketua Pengawas berhalangan hadir, maka rapat Pengawas akan dipimpin oleh salah seorang Pengawas yang dipilih oleh dan dari Pengawas yang hadir.

d. Rapat Gabungan :
1. Rapat gabungan adalah rapat yang diadakan oleh Pengurus dan Pengawas untuk mengangkat Dewan Pembina apabila ada Anggota Dewan Pembina mengundurkan diri atau meninggal, sesuai dengan Pasal 8 Anggaran Dasar yayasan.
2. Rapat gabungan diadakan paling lambat 30 hari terhitung sejak yayasan tidak lagi mempunyai Dewan Pembina.
3. Pemanggilan rapat dilakukan oleh Pengurus.
4. Rapat gabungan dipimpin oleh Ketua Pengurus, apabila ketua berhalangan maka pimpinan rapat dipimpin oleh Ketua Pengawas.
5. Apabila keduanya tidak hadir maka, rapat gabungan dipimpin oleh Pengurus atau Pengawas yang pilih oleh dan dari Pengurus dan Pengawas yang hadir.

PEMBUKUAN DAN PERTANGGUNG JAWABAN
Pasal 17

Tahun buku Yayasan adalah tahun almanak. Pengurus diwajibkan membuat pembukuan yang tertib dan rapi mengenai Yayasan ini, sedangkan neraca tahunan harus disahkan oleh Rapat Dewan Pembina.

PERUBAHAN ANGGARAN DASAR
Pasal 18

Perubahan anggaran Dasar Yayasan dapat dilakukan atas Keputusan Rapat Pleno Dewan Pembina yang khusus diadakan untuk keperluan itu dan keputusan harus disetujui oleh sekurang-kurangnya 2/3 dari anggota Organ Yayasan yang hadir.

PEMBUBARAN
Pasal 19

Pembubaran Yayasan ini hanya dapat dilakukan atas dasar keputusan Rapat Gabungan yang sengaja diadakan untuk keperluan itu dan dihadiri sedikitnya ¾ dari anggota Dewan Pembina, Penggurus, Pengawas serta disetujui oleh paling sedikit 2/3 dari jumlah anggota yang hadir, sedangkan keputusan diambil atas dasar musyawarah dan mufakat, dan penyelesaian likuidasi dilakukan oleh para anggota Gabungan, kecuali rapat pembubaran menentukan lain. Jika setelah likuidasi masih ada sisa kekayaan, maka sisa kekayaan Yayasan tersebut harus diberikan kepada badan yang mempunyai tujuan yang sama dengan tujuan Yayasan ini atau kepada badan sosial lain yang disetujui oleh rapat pembubaran.

PENUTUP
Pasal 20

Hal-hal yang belum diatur atau kurang lengkap diatur dalam anggaran Dasar ini dapat diputus oleh Dewan Pembina, Pengurus serta Pengawas dan apabila dianggap perlu dapat diatur dalam Aturan Rumah Tangga atau Peraturan lain yang tidak boleh bertentangan dengan Anggaran Dasar ini.

RSS
Follow by Email
Facebook
Google+
http://www.inahealth.org/anggaran-dasar">
Twitter
Flag Counter